You Are Here: Home » WISATA » Asal Mula Pemandian Krakal

Asal Mula Pemandian Krakal

Informasi tentang sejarah dan asal mula terbentuknya Pemandian Krakal. Kebumen adalah kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki cukup banyak objek wisata atau tempat wisata alam, baik itu tempat wisata yang berupa pantai di selatan kabupaten Kebumen, Goa, Waduk, dan juga pemandian air hangat, dan sebagainya.  Tempat wisata alam di Kebumen yang berada di sepanjang pantai selatan, antara lain seperti; Pantai Rowo, Pantai Ambal, Pantai Suwuk, Pantai Menganti, Pantai Ayah, Pantai Petanahan, Pantai Bocor, Pantai Logending, dan Pantai Karangbolong. Sedangkan tempat wisata alam atau obyek wisata alam di Kebumen yang berupa goa, antara lain Goa Jatijajar dan Goa Petruk. Kemudian tempat wisata alam di Kebumen yang lain, adalah waduk Sempor, waduk Wadaslintang, dan juga pemandian air panas Krakal.

pemandian-krakal-kebumenSebuat tempat atau obyek wisata alam di Indonesia selalu dikaitkan dengan asal mula, mitos dan sejarah terjadinya atau terbentuknya tempat wisata tersebut. Demikian juga dengan obyek wisata Pemandian Air Panas Krakal. Berikut ini mitos pemandian Krakal dan asal usul Pemandian Krakal ;

Secara pasti legenda nama desa Krakal memang belum ada, tapi saya pernah mencoba menelusuri Legenda Krakal dengan cara bertanya kepada para sesepuh, kepada keturunanan dari Lurah pertama Krakal, yaitu Karyadrana dengan mengkonfirmasikan berbagai cerita dan mitos yang berkembang di Krakal. Sekali lagi, sejarah hari ini mungkin bisa dianggap benar, setidaknya untuk menjadi referensi, tetapi sejarah tetap tidak menutup kemungkinan untuk direvisi jika di kemudian terdapat fakta-fakta baru, termasuk sejarah dan asal mula Pemandian Air Hangat Krakal. Sejarah dari nama desa Krakal tidak bisa dipisahkan dari diketemukannya Pemandian Air Panas Krakal.

Asal mula Pemandian Krakal, konon beratus-ratus tahun yang lalu, ada salah satu Kerabat Keraton Surakarta, yang bernama Kyai Agung Sabdo Guno menderita penyakit kulit yang berkepanjangan dan susah untuk diobati. Hingga akhirnya beliau bermimpi melihat ada sumur kecil di suatu tempat yang berada di tengah hutan jati, dimana air sumur itu bisa menyembuhkan penyakit kulitnya. Berdasarkan mimpi tersebut, maka berangkatlah Ki Ageng Sabdo Guno ke tempat yang dimaksud seperti dalam mimpinya. Setelah melakukan perjalanan dan penyusuran ke tempat yang sesuai mimpi, ternyata tempat itu adalah sebuah hutan jati kecil yang disekelilingnya terdapat banyak batuan, dan kerikil yang agak besar (disebut krakal) bekas gunung berapi, dan memang benar di tengahnya ada sumur kecil yang airnya panas dan berasa asin. Setelah rutin mandi di sumur itu dan beliau membuat pertapaan untuk tinggal cukup lama, ternyata penyakit kulitnya berangsur-angsur bisa sembuh. Kemudian, setelah sembuh dari penyakit kulitnya, beliau memberikan nama pada tempat itu, untuk memudahkan mengingat tempat itu dengan menamainya Desa Krakal (diambil dari kata krakal, yang berarti kerikil yang agak besar). Dan nama Krakal itu dipakai juga sebagai nama desa dari mulai terbentuknya kelurahan desa Krakal dengan lurah pertamanya Karyadrana, dan sampai sekarang nama itu menjadi nama dari desa Krakal. Sementara keberadaan atau lokasi pemandian Air Panas Krakal berada di Dukuh Kalisinan. Entah kebetulan atau tidak, sampai sekarang sumur-sumur yang letaknya searah dan berada di sekitar pemandian air panas Krakal Kebumen memang airnya agak Asin terutama ketika musim kemarau.

pemandian-krakalHingga akhirnya Kyai Agung Sabdo Guno meninggal dan dimakamkan di sebuah bukit pada sebelah selatan pemandian yaitu di Gunung Sanggar (gunung di sebelah selatan dari pemandian Krakal). Makam Kyai Agung Sabdo Guno sampai sekarang masih ada di dekat krakal Kebumen, sejak itulah sumur pemandian air panas Krakal dikunjungi banyak orang dan diyakini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Karena melekatnya unsur Kejawen dan Magis di masyarakat, bahkan pada bulan-bulan tertentu seperti Ruwah dan Suro, banyak pengunjung Pemandian Krakal dari Solo yang datang untuk berziarah ke makam keramat Ki Sabdo Guno.

Dalam perkembangannya, pada tahun 1905 pemerintah Belanda membangun Pemandian Air Panas Krakal sebagai tempat Pengobatan Penyakit Kulit (Bukan Sebagai Obyek Wisata). Pada jaman itu di sekitar Pemandian Air Panas Krakal sudah tinggal masyarakat TiongHoa yang menjadi tengkulak hasil bumi, khususnya gambir dari petani setempat. Adanya makam orang Tionghoa yang tidak jauh dari Pemandian Krakal, dan ditandai pula dengan sebidang tanah di tikungan sebelum Pemandian Krakal yang oleh masyarakat setempat disebut Tenggoang (dari kata Tionghoa). Konon di situ berdiri rumah Taoke kaya dan meninggal di dalam rumahnya karena terbakar. Bukti yang lain, adalah sebuah tanah yang masih ada sisa-sisa bangunan Tionghoa, yang lokasinya tepat di sebelah timur pemandian Krakal. Dulunya tempat itu adalah hotel/penginapan orang-orang Tionghoa yang mandi dan berlibur di pemandian Krakal, yang oleh masyarakat sekitar tempat itu disebut sebagai Lay (Tan Tio Lay).

Demikian informasi tentang asal mula Pemandian Krakal dan sejarah obyek wisata Pemandian Air Hangat Krakal di Kebumen, yang pernah saya telusuri dari para sesepuh di Krakal, termasuk informasi dari Almarhum embah, cucu dan cicit lurah Karyadrana, serta dari berbagai sumber yang berkembang di Krakal, kabupaten Kebumen. (/Ken)

About The Author

Untuk bergabung dengan Group Aku Cinta Kebumen di Facebook, silahkan buka link ini => Aku Cinta Kebumen

Number of Entries : 137

Comments (7)

Leave a Comment

© 2014. Facebumen - Aku Cinta Kebumen. Supported by Tips & Trik

Scroll to top