You Are Here: Home » WISATA » RELIGI » Wisata Religi di Makam Mbah Lancing Kebumen

Wisata Religi di Makam Mbah Lancing Kebumen

Wisata merupakan aktifitas yang dilakukan oleh seseorang atau rombongan dengan mengunjungi lokasi tertentu dengan tujuan untuk mendapatkan hiburan, refreshing, melepas lelah dan stress, mencari ketenangan, mewujudkan rasa syukur, mengagumi kebesaran Tuhan melalui alam yang indah (tadabbur alam), untuk memperoleh kesenangan, sarana mendapat ilmu dan pengalaman baru, melihat hasil sejarah, menghargai para pahlawan, sarana terapi kesehatan, observasi dan petualangan (adventure), dan sebagainya. Wisata dapat dilakukan pada lokasi atau tempat wisata yang ada di sekitar maupun yang jauh berada di luar negeri, baik berupa wisata air, wisata pegunungan, wisata laut, wisata sejarah, wisata museum, wisata air terjun, wisata geologi, dan sebagainya sampai pada obyek wisata religi. Di wilayah Kebumen Jawa Tengah sampai cukup banyak tempat wisata terkenal yang bisa dikunjungi dan dinikmati baik seorang diri, bersama teman, maupun rombongan, dan bahkan ada beberapa yang sudah dikenal lama sebagai destinasi wisata nasional, juga ada beberapa lokasi wisata yang telah dikunjungi oleh turis manca negara. Beberapa objek wisata Kebumen terindah yang akan semakin terkenal di 2017 tersebut antara lain ; Pantai Menganti, Gua Jatijajar, Goa Petruk, Benteng Van der Wijck, Pantai Karangbolong, Pantai Suwuk, Pantai Lembupurwo, Pantai Ayah, Pantai Petanahan, Pantai Bocor, Waduk Sempor, Bukit Langit, Bukit PI Karangsambung, Danau Jembangan, dan lain-lain.

Tempat wisata Kebumen untuk ngetrip, adventure, atau piknik memang sangat dikenal dengan objek wisata bahari yang berupa laut dan pantai, serta wisata gua di wilayah peseisir selatan Kebumen, dan untuk kawasan di bagian utara didominasi oleh tempat wisata berupa barisan bukit, air terjun, dan pemandian air hangat Krakal. Selain dikenal dengan tempat wisata alamnya, Kebumen juga dikenal sebagai tempat wisata berupa taman geologi nasional dengan ragam jenis batu akik tua. Selain itu, jajanan dan makanan khas Kebumen juga ada beberapa yang sangat dikenal di Indonesia, seperti lanthing, sate ambal, nasi mogana, dan emping mlinjo. Sebagai wilayah yang berada di propinsi Jawa Tengah bagian selatan, di Kebumen juga terdapat banyak peninggalan sejarah, antara lain berupa benda atau pusaka kuno pada masa kerajaan, petilasan, makam keramat, makam bangsawan, makam aulia dan wali. Salah satu makam keramat di Kebumen yang terkenal atau makam yang bisa dijadikan sebagai sarana tempat wisata religi atau wisata ziarah dan oleh sebagian orang bisa dijadikan sebagai tempat untuk “ritual ngalap berkah“, adalah makam Mbah Lancing. Kompleks makam wali di Kebumen bagian timur ini juga menjadi cagar budaya dan peninggalan sejarah, yang harus tetap dijaga dan dirawat dari kerusakan. Mengapa disebut atau dijuluki dengan Mbah Lancing? Asal usul nama asli Mbah Lancing yaitu Kyai Baji. Kyai Baji ini semasa hidup senang mengenakan atau memakai kain batik (jarit/jarik) untuk bebedan (lancingan), sehingga kemana pun pergi, beliau selalu memakai lancing, dan oleh sebab itu disebut Mbah Lancing.

Dikutip dari situs thearoengbinangproject.com, bahwa lokasi wisata religi di Makam Mbah Lancing Kebumen atau alamat makam Mbah Lancing (Eyang Agung Lancing) sebagai salah satu waliyullah di Kebumen berada di desa Mirit RT 02 RW 01, kecamatan Mirit, kabupaten Kebumen. Perjalanan menuju ke kompleks / area makam Mbah Lancing bisa dituju dari arah utara (jalan raya Prembun – Jogja) melalui jalan di sebelah barat Jembatan Gentan, Prembun ke arah selatan. Di area makam Mbah Lancing terdapat cungkup dengan pilar ukiran kayu, karpet di atas lantai sebagai tempat duduk para peziarah, dan di belakang cungkup tersebut lokasi makam Mbah Lancing yang terbuka tanpa atap di atasnya. Kisah ulama Kebumen tentang sejarah mbah Lancing, bahwa beliau dulu adalah seorang ulama sakti setingkat wali Allah sebagai penyebar Islam di pesisir selatan Jawa, yang sampai pada akhir hayatnya beliau adalah seorang “bujang” atau tidak pernah menikah. Bersama dengan temannya, yaitu Mbah Kyai Karwi, beliau menjadi perintis terbentuknya permukimam di desa Mirit. Wujud makam Mbah Lancing termasuk sangat unik, karena di atasnya berupa tumpukan kain batik (jarit) yang menggunung, dimana tumpukan kain batik itu disebut sinjang yang berasal dari para peziarah. Untuk bisa menaruh kain batik di atas makam Mbah Lancing, syaratnya adalah minta ijin dulu ke juru kunci atau kuncen makam Mbah Lancing, dan kain batik itu tidak boleh membeli di pasar, namun si Juru kunci akan menyuruh wanita dengan syarat-syarat khusus, untuk membatik kain sinjang tersebut.

Biografi atau silsilah Mbah Lancing bisa diketahui dari beberapa makam yang ada di kompleks tersebut, yaitu di sebelah makam Mbah Lancing adalah makam ayahnya, yaitu Kyai Ketijoyo. Lalu ada makam lain yang ditutupi kain hijau adalah makam Kyai Dipodrono, putera dari Wonoyuda Halus (Wongsojoyo V). Dimana Mbah Lancing masih terhitung sebagai paman dari Wonoyudo Halus. Di pemakaman yang lain ada gapura Makam Wonodikromo I, yaitu keponakan Kyai Dipodrono, atau cucu dari sepupunya Mbah Kyai Lancing. Di sekitar makam Mbah Lancing ada sejumlah makam keramat yang juga ramai dikunjungi peziarah, yaitu Makam Eyang Wongsojoyo, Makam Eyang Wonoyudo Inggil, dan Makam Eyang Wonoyudo Kantong. Sejarahnya, dikisahkan bahwa Raja Brawijaya V dengan Dewi Penges (Reksolani) memiliki anak, Ario Damar (Adipati Palembang). Ario Damar dengan Putri Campa berputra Ario Timbal (Raden Kusen, Adipati Terung). Raden Kusen yang membunuh Sunan Ngudung, dimana sebelumnya Sunan Ngudung membunuh Ki Ageng Pengging Sepuh pada perang Majapahit melawan Demak. Sementara Putri Campa dan Raja Brawijaya V memiliki anak Raden Patah. Raden Kusen memiliki anak Ki Ageng Yudotaligrantung dan Raden Carangnolo. Raden Carangnolo berputra Wonoyudo Inggil (Wongsojoyo I, Kyai Wairotanu). Wonoyudo Inggil berputra Kyai Ketijoyo (ayah Mbah Lancing), Wonoyudo Lante (Wongsojoyo II), dan Wonoyudo Pamecut (Wongsojoyo III).

About The Author

Untuk bergabung dengan Group Aku Cinta Kebumen di Facebook, silahkan buka link ini => Aku Cinta Kebumen

Number of Entries : 141

Comments (1)

Leave a Comment

© 2014. Facebumen - Aku Cinta Kebumen. Supported by Tips & Trik

Scroll to top