You Are Here: Home » BUDAYA » Tradisi Perang Topat di Lombok

Tradisi Perang Topat di Lombok

Adat dan tradisi masyarakat di wilayah negara Indonesia begitu banyaknya yang tersebar dari bagian paling timur sampai ke wilayah paling barat Indonesia. Sejak jaman dulu nusantara memang sangat dikenal akan begitu banyak suku bangsa dan ada istiadatanya di tiap-tiap daerah. Salah satu wilayah yang memiliki suku dan bahasa sangat beragam dan tetap bertahan sampai sekarang adalah di wilayah Lombok Nusa Tenggara Barat dan juga Kupang Nusa Tenggara Timur. Adat istiadat, tradisi dan kebudayaan masyarakat di wilayah NTB dan NTT merupakan aset bangsa yang harus dirawat dan dilestarikan, karena selain sebagai warisan budaya lokal, kebudayaan Nusa Tenggara Barat dan kebudayaan NTT juga untuk memperkaya kebudayaan nasional Indonesia.

Pagelaran budaya berupa acara pentas seni, pentas budaya, festival tarian massal, pawai adat, upacara adat, ritual tradisi tahunan, dan sejenisnya selain sebagai upaya untuk tetap menjaga dan melestarikan warisan leluhur, juga sebagai sarana promosi budaya untuk menggaet wisatawan. Upaya tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, propinsi NTB dimana salah satunya dengan acara tradisi Perang Topat di Lombok atau Perang Ketupat. Acara perang ketupat di Lombok ini merupakan tradisi unik dari masyarakat di Kecamatan Lingsar, kabupaten Lombok Barat. Misi dari tradisi Perang Topat di Lombok ini adalah untuk perdamaian dalam keragaman budaya dan kepercayaan.

Dikutip dari laman detik.com, bahwa Pagelaran Perang Topat di Lombok 2018 diselenggarakan pada tanggal 21 Nopember 2018 dengan lokasi dipusatkan di Pura Lingsar. Untuk infromasi  bahwa di taman Lingsar terdapat 2 bangunan sebagai lambang persatuan umat Hindu dan Islam, yaitu bangunan Pura dan Kemaliq. Upacara sakral ini biasanya diselenggarakan tiap tahun pada bulan Purnama Sasih ke Pituq kalender Sasak atau pada kalender nasional sekitar bulan Nopember dan Desember. Tradisi Perang Topat di Lombok ini dilakukan setelah selesainya Pedande Mapuje, yaitu saat dimana roroq kembang waru atau sesudah kembang waru berguguran pada sekitar jam 17.00 sore. Sebagai tradisi warisan budaya bangsa yang juga bisa dijadikan sebagai sarana wisata unik di Lombok bagi para wisatawan, maka persiapan dan pelaksanaanya memang harus tertata dengan rapi dan maksimal.

Gelaran Perang Ketupat ini diawali dengan ritual berupa upacara persembahyangan di tempat pemujaan atau tempat ibadah masing-masing, lalu semua peserta menuju ke halaman Pura Lingsar. Setelah sampai di lokasi, kemudian dilanjutkan dengan adegan saling lempar ketupat antara masing-masing peserta secara beramai-ramai. Umumnya para peserta pada ritual perang topat ini diikuti oleh warga dari umat Hindu dan umat Islam. Karena tujuan dari tradisi Perang Topat ini adalah untuk menguatkan tali persaudaraan atau silaturahmi antara berbagai latar belakang, khususnya masyarakat beragama Hindu dengan masyarakat Islam. Sehingga bisa disimpulkan, bahwa tradisi Perang Ketupat di Lombok ini sebagai even yang memadukan antara sisi budaya dengan religi.

Hikmah yang juga bisa diambil dari ritual budaya Lempar Ketupat di Lombok ini adalah sebagai suatu upacara yang mencerminkan rasa syukur terhadap Tuhan Sang Pencipta atas karunia yang telah diberikan dalam bentuk kesuburan tanah, air hujan, dan hasil pertanian yang melimpah. Karena sebagian warga masyarakat setempat meyakini bahwa upacara Perang Ketupat akan memberikan berkah dengan turunnya hujan. Sedangkan warga masyarakat lainnya mengatakan bahwa upacara Perang Ketupat ini sebagai perwujudam rasa syukur atas hujan yang turun dan memberikan kemakmuran bagi mereka.

Ragam budaya dan tradisi masyarakat di “pulau Komodo” ini antara lain mencakup beberapa hal yang berwujud dan berkaitan dengan :

  • upacara adat Nusa Tenggara Timur, adat Lombok Barat, upacara adat suku Bima
  • upacara adat Nusa Tenggara Timur, upacara adat Bima NTB
  • cerita rakyat Nusa Tenggara Barat, makanan khas Nusa Tenggara Barat
  • tradisi orang Lombok, keragaman suku bangsa dan budaya di NTB
  • kesenian yang ada di Lombok, suku Sasak dari Nusa Tenggara Barat
  • kebiasaan masyarakat NTB, adat istiadat Nusa Tenggara Timur
  • adat istiadat suku Sasak, adat istiadat Lombok, rumah adat Nusa Tenggara Barat
  • pakaian adat Sasak laki-laki, senjata adat NTB, tarian adat NTB
  • baju adat Bima, pakaian adat Nusa Tenggara Barat, pernikahan adat NTT

About The Author

Untuk bergabung dengan Group Aku Cinta Kebumen di Facebook, silahkan buka link ini => Aku Cinta Kebumen

Number of Entries : 170

Leave a Comment

© 2014. Facebumen - Aku Cinta Kebumen. Supported by Tips & Trik

Scroll to top