You Are Here: Home » BUDAYA » Sejarah Batik Indonesia dan Perkembangannya

Sejarah Batik Indonesia dan Perkembangannya

Sejarah batik di Indonesia sangat perlu diketahui oleh kita sebagai generasi penerus dengan cara mau mempelajari sejarahnya, mengapresiasi dan memakainya sebagai bukti dari rasa bangga akan warisan budaya bangsa yang luhur. Untuk bisa mengerti  tentang sejarah batik nasional bisa dengan cara membaca makalah sejarah batik, download sejarah batik pdf, membaca sejarah batik Majapahit, sejarah batik Banten, mengetahui jenis batik, pengertian batik cap. cerita membatik, maupun membaca sejarah batik Malangan. Sejarah batik Indonesia sangat terkait erat dengan sejarah masa lalu nusantara yaitu pada masa perkembangan Kerajaan Majapahit, serta periode penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Diambil dari berbagai sumber, menjelaskan bahwa perkembangan batik nusantara juga banyak dilakukan pada masa Kesultanan Mataram, yang kemudian diteruskan pada jaman Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Sejarah batik Indonesia dan perkembangannya telah dimulai pada masa kerajaan Majapahit sebagai sebuah hasil karya seni atau kesenian batik. Perkembangan batik bisa terus meluas dan dikenal sampai ke kerajaan lain karena peran penting para raja di waktu itu yang juga sangat menghargai dan mencintai karya seni membatik. Sejarah batik nasional yang ada saat ini dimana untuk diketahui bahwa di tiap daerah atau wilayah yang ada di tanah air ini memiliki banyak sekali corak batik dan motif batik, dengan arti motif batik serta fungsi batik yang waktu itu juga beragam. Corak dan motif batik tersebut beragam karena disesuaikan dengan kondisi adat istiadat, tradisi, kultur, dan sosial masyarakat setempat. Sejarah perkembangan batik nusantara secara umum bisa meluas ke lebih banyak wilayah tanah air atau sampai ke luar pulau Jawa, yaitu dimulai pada awal abad ke-19.

Sejarah batik dan cerita tentang batik dengan melihat asal mula atau awal mula teknik membatik atau teknik membuat batik sudah lama dikenal manusia sejak 10 abad yang lalu. Dimana asal usul teknik membatik atau seni batik dunia kemungkinan berasal dari negeri Mesir kuno atau Sumeria. Kemudian dalam perkembangannya teknik batik meluas ke negara di Afrika Barat seperti Mali, Nigeria, dan Kamerun, serta berkembang di Asia, yang meliputi negara India, Sri Lanka, Iran, Bangladesh, Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Sejarah batik tulis dari awal ditemukannya sampai menjelang abad 20 adalah karya seni yang berupa batik tulis. Sementara sejarah batik cap sebagai variasi atau perkembangan teknik membatik selain batik tulis, dengan diciptakannya batik cap adalah sekitar tahun 1920, yaitu setelah  berakhirnya Perang Dunia 1.

Pada literatur Eropa, teknik batik pertama kali diceritakan dalam buku berjudul History of Java (London, 1817) karya Sir Thomas Stamford Raffles. Dimana dia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa pada masa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Merujuk dari pendapat para tokoh tentang batik dimana secara umum bisa disimpulkan bahwa pengertian kesenian batik adalah kesenian gambar di atas kain untuk pakaian yang menjadi salah satu kebudayaan keluarga kerajaan di jaman dahulu.

Pengertian dan sejarah batik nusantara pada awalnya berupa kegiatan membatik yang terbatas hanya di dalam kraton saja, dan kain batik yang dihasilkan hanya khusus digunakan sebagai pakaian keluarga raja, pejabat, dan para punggawa kerajaan. Pada perkembangannya, karena banyak para kerabat kerajaan atau punggawa yang tidak terus berdiam di dalam kraton, sehingga mereka juga membawa keluar seni membatik ke masyarakat di sekitar tempat mereka tinggal. Sehingga lambat laun kesenian batik ini bisa dikenal dan ditiru oleh rakyat yang selanjutnya terus meluas sehingga menjadi pekerjaan para kaum wanita untuk mengisi waktu luang. Proses membuat kain batik tulis pada awalnya di waktu itu dengan menggunakan bahan-bahan pewarna yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan asli Indonesia, sepeeti pewarna dari pohon mengkudu, soga, tinggi, dan nila. Sementara untuk bahan sodanya dibuat dari soda abu, dan garamnya dibuat dari tanah lumpur.

About The Author

Untuk bergabung dengan Group Aku Cinta Kebumen di Facebook, silahkan buka link ini => Aku Cinta Kebumen

Number of Entries : 170

Leave a Comment

© 2014. Facebumen - Aku Cinta Kebumen. Supported by Tips & Trik

Scroll to top