You Are Here: Home » INSTANSI » Program PRONA di Kebumen 2017

Program PRONA di Kebumen 2017

Program pembuatan sertifikat tanah secara massal melalui PRONA (singkatan dari Proyek Operasi Nasional Agraria) merupakan salah satu program Pemerintah melalui Kantor Pertanahan (Kantah) atau BPN (Badan Pertanahan Nasional) yang ada di tiap kabupaten dan propinsi sebagai sarana untuk percepatan pendaftaran tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia. Pada tahun 2017 program PRONA kembali diadakan di wilayah kabupaten Kebumen propinsi Jawa Tengah, dengan alokasi sejumlah 16.900 bidang tanah yang tersebar di 24 kecamatan yang meliputi 95 desa. Dasar hukum pelaksanaan PRONA Tahun 2017 oleh Kantor BPN Kebumen didasarkan pada UU No. 5 Tahun 1960 tentang UUPA, PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, PMNA/Ka. BPN No. 3 Tahun 1997 tentang Pelaksanaan PP No. 24 Tahun 1997, Peraturan Kepala BPN RI No. 15 Tahun 2015, SK Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kebumen No. 01/7.300/I/2017 tanggal 3 Januari 2017, SK Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kebumen No. 02/7.300/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dll.

Program sertifikasi hak atas tanah yang dilaksanakan melalui PRONA memiliki sasaran dan tujuan kegiatan sertifikasi bidang tanah yang dimiliki masyarakat, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat dan arti pentingnya sertifikat tanah, sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tanah yang menjadi obyek PRONA atau tanah yang bisa didaftarkan dalam PRONA adalah ; tanah yang belum bersertipikat (bisa tanah warisan, tanah hibah, atau tanah hasil jual beli), bukan tanah sengketa, tanah yang tidak sedang dijaminkan atau diagunkan, dan tanah milik adat yang terdaftar dalam Buku C/Letter C Desa/Kelurahan. Manfaat dari sertifikat tanah antara lain ; sebagai bukti kepemilikan hak atas tanah, memberikan kepastian dan perlindungan hukum, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan untuk mempermudah proses peralihan hak atas tanah. Program Prona ini bukanlah program pemutihan sertifikat tanah atau pembuatan sertifikat tanah secara gratis tanpa bayar sepeserpun, karena warga pemohon sertifikat tanah masih dibebani biaya untuk pembelian materai, patok tanah, dan perlengkapan yang lain.

Jadwal sosialisasi program PRONA di Kebumen 2017 pada tanggal 24 Januari 2017 telah dilaksanakan di Desa Kabekelan Kecamatan Prembun yang diikuti oleh sekitar 200 pemohon PRONA. Sosialisasi PRONA untuk pembuatan sertifikat tanah massal tersebut dilaksanakan di Kantor Balai Desa Kabekelan yang dihadiri oleh Kepala Desa Kabekelan, Petugas BPN Kebumen, Camat Prembun, Kapolsek Prembun, Danramil Prembun, Ketua BPD dan Pamong Desa Kabekelan, serta sekitar 200 warga peserta PRONA desa Kebekelan. Dalam pemaparan PRONA 2017 di Desa Kabekelan tersebut dijelaskan secara panjang lebar dan detil oleh semua pejabat yang hadir, tentang arti pentingnya sertifikat tanah, syarat pendaftaran PRONA, tahap pengurusan sertifikat PRONA, manfaat dan tujuan PRONA, rincian besarnya biaya PRONA, penjelasan tentang biaya PRONA yang gratis dan yang harus dikeluarkan oleh peserta PRONA, dan sebagainya, serta juga dilengkapi dengan Brosur PRONA 2017 dari BPN Kabupaten Kebumen.

Program sertifikat tanah massal (kolektif) melalui PRONA ini memang harga atau biayanya yang dikeluarkan oleh pemohon sertifikat tanah adalah jauh lebih murah daripada biaya mengurus atau membuat sertifikat tanah melalui Notaris atau PPAT. Rincian biaya sertifikat tanah pada PRONA ini memang ada sebagian yang gratis karena biaya sudah ditanggung oleh pemerintah, tapi memang ada biaya lain yang harus dibayar oleh warga pemohon PRONA. Biaya PRONA gratis yang ditanggung oleh pemerintah, meliputi ; biaya pendaftaran, biaya ukur, dan biaya pemeriksaan  tanah. Sedangkan biaya yang ditanggung atau yang harus dibayar oleh masing-masing peserta PRONA adalah biaya materai, biaya patok tanda batas, biaya foto copy, BPHTB dan PPH sepanjang diperlukan, dan lainnya sebagai kelengkapan berkas permohonan sertifikat. Besarnya jumlah biaya yang harus dikeluarkan oleh peserta PRONA (biaya pengurusan PRONA) ini dirapatkan atau dirembug secara terbuka, transparan, dan terperinci untuk menghindari Pungli. Rembug biaya PRONA tersebut dilakukan antara panitia PRONA setempat (pelaksana oleh BPD & Pamong Desa) dengan warga peserta PRONA untuk bisa dicapai kesepakatan bersama, Informasi untuk desa Kabekelan, kecamatan Prembun telah disepakati bersama bahwa harga atau biaya PRONA 2017 yang harus dibayarkan per sertifikat adalah sebesar Rp 547 ribu. (sumber: Sosialisasi & Brosur PRONA BPN Kebumen).

About The Author

Untuk bergabung dengan Group Aku Cinta Kebumen di Facebook, silahkan buka link ini => Aku Cinta Kebumen

Number of Entries : 137

Comments (2)

  • Ambyah katamsi

    Mari bangun kebumen yang berimam, mau nanya utk program prona di kebumen ada biaya yang dtentukan tidak, misalke di desa ada yang mungut biaya sampai 800rb itu gmana, ya

    Reply
    • admin

      Besarnya biaya PRONA ditentukan tiap desa melalui musyawarah antara pamong, warga peserta PRONA, dan BPD. Spt yg sudah dilakukan di desa Kabekelan, kec Prembun, uraian dr besarnya biaya yg sudah disepakati tsb disajikan scr transparan dalam bentuk printout di kertas dan dibagikan kpd tiap peserta PRONA.

      Reply

Leave a Comment

© 2014. Facebumen - Aku Cinta Kebumen. Supported by Tips & Trik

Scroll to top