You Are Here: Home » WISATA » PANTAI » Mitos Di Pantai Menganti

Mitos Di Pantai Menganti

Baju Hijau

Baju Kebaya Hijau

MITOS WARNA HIJAU
Mitos Pantai Menganti yang berbau mistispun cukup akrab dikalangan masyarakat nelayan di pantai Menganti. Entah satu kebetulan atau sudah menjadi kebiasaan yang akhirnya cenderung menjadi ritual khusus, dibulan-bulan tertentu ada saja kisah aneh yang sering terjadi. Misalnya tiba-tiba saja ada pengunjung yang hilang ketika mandi dipantai, perahu nelayan yang tenggelam, hasil tangkapan ikan yang berkurang (paceklik ikan).  Bagi masyarakat hal-hal seperti itu sudah bukan merupakan sesuatu yang aneh . Mereka meyakini semua itu adalah ulah penguasa laut selatan Nyi Roro Kidul. Menurut kepercayaan, para korban akan dijadikan budak atau balatentara Ratu Pantai Selatan. Mereka yang hilang dipercaya sebagai tumbal Ratu Pantai Selatan.

Banyak yang percaya, tidak sedikit yang menganggap itu hanyalah musibah. tidak bisa dipungkiri bahwa legenda penguasa Laut Selatan, dengan segala mitosnya itu hidup secara turun-temurun di masyarakat Pulau Jawa, khususnya dipesisir pantai selatan. Banyak ritual yang dilakukan masyarakat dan nelayan,seperti selamatan pesta laut,melempar kepala kerbau dan lain-lain, yang tujuannya agar mendapat keselamatan, perlindungan, dan hasil tangkapan ikan yang melimpah.. Ritual-ritual seperti itu sudah berlangsung terus menerus menjadi semacam adat yang pantang untuk tidak dijalankan. Ratu Pantai Selatan yang lebih dikenal Nyai Roro Kidul dipercaya sebagai Putri yang sangat cantik seperti Bidadari dalam dongeng-dongeng.

Dari berbagai versi cerita yang banyak beredar di lingkungan masyarakat tentang Ratu Kidul, yang diceritakan, dari yang kita baca, terdapat satu kesamaan yaitu kecantikan sang ratu. Selain cantik, sosok Ratu Kidul merupakan sosok agung yang dimuliakan dan dihormati dalam mitologi Jawa. Masyarakat Jawa ( Kejawen ) mengenal sebuah istilah “telu-teluning atunggal” yang berarti tiga sosok menjadi satu kekuatan yaitu Eyang Resi Projopati, Panembahan Senopati, dan Ratu Kidul. Ratu Kidul juga dipercaya menjadi “istri spiritual” raja-raja trah Mataram.Seperti yang sering kita dengar dan kita baca,atau dalam kesenian Kethoprak, Ratu Kidul mempunyai ciri-ciri :

nyi-roro-kidul

Nyi Roro Kidul

1. Berpakaian serba hijau
Nyi Roro Kidul digambarkan sebagai sosok yang anggun dan mempesona,tatapan yang syahdu dan memukau. Wajahnya menyiratkan sebuah sifat kebijaksanaan. Selain itu, Nyi Roro Kidul dikatakan selalu mengenakan pakaian berwarna hijau. adalah sosok yang memakai mahkota ratu dan memakai kain selendang di bahu. Nyi Roro Kidul biasa digambarkan dengan tata rias khas Jawa dengan sorot mata yang tajam dan menusuk. Konon, tatapan mata Nyi Roro Kidul inilah yang sering oleh para pelukis ,menjadikan matanya pusat mistis.

2. Berpakaian khas kerajaan
Menurut versi cerita masyarakat Yogyakarta, Nyi Roro Kidul biasa digambarkan dengan pakaian khas kerajaan dengan atasan berbentuk kemben dengan warna hijau. Nyi Roro Kidul atau Ratu Kidul juga selalu memakai mahkota berwarna emas di kepalanya. Selain itu, aksesoris berupa gelang emas juga selalu dipakai. Karena parasnya yang sangat cantik, Nyi Roro Kidul juga dipanggil dengan sebutan matahari yang bersinar. Sedangkan menurut versi cerita Babad Tanah Jawi, Nyi Roro Kidul sering menampakkan diri dengan diikuti berbagai perangkat serta ornamen perang.  Nyi Roro Kidul sering diilustrasikan mengendarai kereta keraton dengan busana kebesaran .

Dari banyaknya kejadian, berkembang pula satu pantangan di masyarakat dan kalangan nelayan pantai Menganti, Para wisatawan diimbau tidak mengenakan pakaian atau memakai atribut yang berwarna hijau. Hal itu dikarenakan Nyai Roro Kidul digambarkan sebagai wanita yang cantik bagai bidadari dan menyenangi warna hijau.  Tidak sedikit ada pengunjung yang coba melanggar aturan tersebut, maka dipercaya dia akan merasakan kesialan, atau yang mungkin parah adalah tubuh orang tersebut tiba-tiba saja ditarik ke laut dan tidak kembali lagi.

Bagi orang awam, apalagi dijaman yang serba instan seperti ini, mungkin hal-hal seperti itu sangat tidak masuk akal, mistik,bahkan tidak sedikit yang mengatakan musyrik. Tapi marilah kita ambil sisi positifnya, sebuah tempat atau daerah, lazimnya mempunyai adat istiadat, aturan-aturan turun temurun yang harus dihormati, tidak ada salahnya sebagai pengunjung wisata kitapun harus menghormati kebiasaan masyarakat di pantai Menganti dan Mitos Pantai Menganti, sebagai bentuk penghargaan kita. Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.

karcisTerlepas dari soal mistis antara percaya dan tidak percaya, tentang Mitos Pantai Menganti tidak ada salahnya dan apalah susahnya kalau cuma anjurannya tidak boleh berpakaian warna hijau, toh kita masih bisa berpakaian warna merah, kuning, hitam, putih dan warna lainnya. Dari segi kepantasan juga rasanya pergi ke pantai berbusana warna hijau sangatlah tidak fashionable. (/ken, dirangkum dari berbagai sumber).

About The Author

Untuk bergabung dengan Group Aku Cinta Kebumen di Facebook, silahkan buka link ini => Aku Cinta Kebumen

Number of Entries : 141

Comments (13)

Leave a Comment

© 2014. Facebumen - Aku Cinta Kebumen. Supported by Tips & Trik

Scroll to top